Memasuki 2026, cara kerja HRD di perusahaan berubah cukup nyata. HRD kini harus mengelola karyawan dengan pola kerja yang lebih fleksibel, alur administrasi yang dituntut serba cepat, serta kebutuhan koordinasi antar tim yang semakin sering terjadi.
Perubahan tersebut juga berjalan seiring dengan penyesuaian regulasi ketenagakerjaan di Indonesia, termasuk penerapan kebijakan turunan Undang-Undang Cipta Kerja yang memengaruhi pengelolaan hubungan kerja, jam kerja, dan administrasi karyawan. Kondisi ini membuat HRD tidak lagi berhenti pada pengelolaan data, tetapi juga memastikan proses internal tetap tertib dan sesuai aturan.
Lalu, bagaimana HRD menjalankan perannya, menjaga produktivitas karyawan, dan beradaptasi dengan tantangan kerja modern?
Peran Utama HRD dalam Pengelolaan SDM
Di perusahaan modern, HRD tidak lagi hanya berurusan dengan data karyawan dan urusan administratif. Perannya berkembang menjadi pengelola sumber daya manusia yang memastikan setiap individu bekerja sesuai peran, kebutuhan perusahaan, dan arah bisnis yang sedang dijalankan.
HRD terlibat langsung dalam proses perencanaan tenaga kerja, rekrutmen, hingga pengelolaan perjalanan karyawan sejak awal bergabung. Seiring bertambahnya jumlah karyawan dan kompleksitas pekerjaan, proses kerja HRD pun menuntut ketelitian dan kecepatan agar tidak menghambat operasional perusahaan.
Karena itulah, banyak perusahaan mulai mengandalkan software HRIS untuk efisiensi kinerja HRD agar proses pengelolaan karyawan dapat berjalan lebih rapi dan terstruktur. Dengan sistem yang mendukung pekerjaan HRD, fokus dapat dialihkan dari pekerjaan administratif ke peran yang lebih strategis dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia.
Tanggung Jawab HRD dalam Mendukung Kinerja dan Produktivitas Karyawan
HRD bertanggung jawab memastikan karyawan memiliki arah kerja yang jelas serta sistem kerja yang mendukung produktivitas. Peran ini mencakup penyusunan kebijakan kerja, pembagian peran, dan pengelolaan proses evaluasi agar setiap karyawan memahami target serta tanggung jawabnya.
HRD juga menjaga konsistensi proses kerja agar operasional perusahaan berjalan lancar. Dengan alur kerja yang tertata, karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaannya tanpa terbebani proses administratif yang berlebihan, sehingga produktivitas dapat terjaga dalam jangka panjang.
Tantangan HRD di Lingkungan Kerja Modern
Perubahan cara kerja dan meningkatnya ekspektasi karyawan membuat peran HRD semakin kompleks. Laporan State of the Global Workplace dari Gallup menunjukkan bahwa tingkat keterlibatan karyawan di Indonesia masih berada di kisaran sekitar 20%, yang mencerminkan adanya tantangan nyata dalam pengelolaan sumber daya manusia di banyak perusahaan.
Beberapa tantangan yang sering dihadapi HRD di lingkungan kerja modern antara lain:
- Beban pekerjaan administratif yang tinggi: HRD masih banyak disibukkan dengan pengelolaan data karyawan, absensi, dan dokumen internal, sehingga waktu untuk fokus pada pengembangan karyawan menjadi terbatas.
- Rendahnya keterlibatan dan motivasi karyawan: Menjaga karyawan tetap terlibat bukan hal mudah, terutama ketika sistem kerja kurang jelas atau komunikasi internal tidak berjalan efektif.
- Pengelolaan data karyawan yang tidak terintegrasi: Data yang tersebar di berbagai sistem atau dokumen manual sering menyulitkan HRD dalam mengambil keputusan secara cepat dan akurat.
- Tuntutan kecepatan kerja yang semakin tinggi: HRD dituntut merespons kebutuhan bisnis dengan cepat, sementara proses kerja yang tidak efisien justru memperlambat pengambilan keputusan.
- Penyesuaian kebijakan dengan perubahan cara kerja: Perubahan seperti sistem kerja hybrid dan fleksibilitas jam kerja menuntut HRD untuk terus menyesuaikan kebijakan tanpa mengganggu stabilitas perusahaan.
Pentingnya Efisiensi dalam Proses Kerja HRD
Efisiensi menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja HRD di perusahaan modern. Seiring meningkatnya kompleksitas pengelolaan karyawan, HRD dituntut untuk bekerja lebih cepat dan akurat tanpa mengorbankan ketertiban proses kerja.
Pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya manusia membantu HRD menyederhanakan berbagai proses administratif, mulai dari pengelolaan data karyawan hingga koordinasi internal. Dengan dukungan sistem yang tepat, proses kerja dapat berjalan lebih terstruktur dan mudah dikontrol.
“Human resources isn’t a thing we do. It’s the thing that runs our business.” — Steve Wynn
Pemahaman tersebut menegaskan bahwa peran HRD berada di jantung operasional perusahaan. Ketika proses kerja HRD dijalankan secara efisien dan didukung teknologi yang tepat, HRD tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi turut memastikan bisnis dapat berjalan secara konsisten dan berkelanjutan.

